Pernahkah kamu duduk sendirian, tetapi pikiran terasa begitu ramai?
Memikirkan pekerjaan yang belum selesai, karier yang terasa jalan di tempat, masa depan yang belum pasti, hingga tanggung jawab terhadap keluarga. Semuanya berputar di kepala, bahkan ketika tubuh sebenarnya sudah lelah dan ingin beristirahat.
Kita sering kali terlalu sibuk memikirkan hal-hal yang belum terjadi. Kita khawatir apakah pekerjaan kita akan baik-baik saja, apakah masa depan akan sesuai harapan, atau apakah kita sudah menjadi pasangan dan orang tua yang cukup baik bagi keluarga.
Memikirkan masa depan memang penting. Namun, ketika pikiran terus berputar tanpa menemukan jalan keluar, kita justru bisa kehilangan ketenangan dalam menjalani hari ini.
Jika kamu sedang berada di fase tersebut, cobalah berhenti sejenak. Tidak semua masalah harus diselesaikan malam ini. Terkadang, yang kita butuhkan bukan jawaban atas semua pertanyaan, melainkan pikiran yang lebih tenang untuk melihat semuanya dengan jernih.
Berikut tiga cara sederhana yang bisa kamu coba.
1. Luangkan Waktu 20 Menit untuk Relaksasi Pernapasan
Ketika pikiran mulai terasa penuh, cobalah menjauh sejenak dari pekerjaan, ponsel, dan hal-hal yang membuatmu semakin gelisah.
Cari tempat yang nyaman, lalu duduk dengan posisi rileks. Pejamkan mata jika kamu merasa nyaman melakukannya.
Fokuskan perhatian pada napas.
- Tarik napas perlahan melalui hidung.
- Tahan selama sekitar 3 detik jika terasa nyaman.
- Keluarkan napas secara perlahan melalui mulut.
- Ulangi dengan ritme yang nyaman, tanpa memaksakan napas.
Lakukan selama beberapa menit, dan kamu bisa menyediakan waktu sekitar 20 menit untuk keseluruhan sesi relaksasi.
Jika menahan napas membuatmu tidak nyaman atau pusing, jangan dipaksakan. Bernapaslah secara normal.
Saat pikiran tentang pekerjaan, karier, atau keluarga kembali muncul, tidak perlu melawannya. Sadari saja bahwa pikiran itu sedang hadir, kemudian perlahan arahkan perhatian kembali pada napas.
Tujuannya bukan menghilangkan semua masalah dalam 20 menit, melainkan memberikan jeda agar kamu tidak terus-menerus terbawa arus pikiran sendiri.
Ingat, kamu boleh beristirahat meskipun masih ada hal yang belum selesai.
2. Tuliskan Semua Unek-Unek, Lalu Lepaskan
Terkadang, yang membuat kita lelah bukan hanya masalah yang sedang dihadapi, tetapi juga semua hal yang kita simpan sendiri.
Ada kekhawatiran tentang pekerjaan. Ada rasa takut tertinggal dari orang lain. Ada pertanyaan tentang masa depan. Ada tanggung jawab keluarga yang terkadang terasa begitu berat.
Cobalah ambil selembar kertas, lalu tuliskan semuanya.
Tidak perlu memikirkan tata bahasa. Tidak perlu menyusun kalimat yang bagus. Tidak perlu takut tulisanmu terlihat berantakan.
Tuliskan apa yang benar-benar kamu rasakan.
Kamu bisa mulai dengan pertanyaan sederhana:
- Apa yang paling membuat saya khawatir saat ini?
- Hal apa yang sebenarnya berada di luar kendali saya?
- Apa satu hal kecil yang bisa saya lakukan besok?
- Apa yang perlu saya terima meskipun tidak sesuai keinginan?
Setelah selesai, baca kembali tulisanmu jika kamu mau. Kemudian, sebagai simbol melepaskan beban pikiran, kamu bisa merobek kertas tersebut dan membuangnya.
Jika memilih membakarnya, lakukan hanya di tempat yang aman, menggunakan wadah tahan api, jauh dari benda mudah terbakar, dan pastikan api benar-benar padam. Merobek atau membuang kertas saja sudah cukup jika membakar tidak aman.
Tindakan ini bukan berarti masalahmu langsung hilang. Namun, menuliskan pikiran dapat membantu sebagian orang mengenali perasaan dan memilah hal yang bisa ditangani dari hal yang belum bisa dikendalikan.
Tidak semua hal yang memenuhi pikiran harus terus kamu simpan di dalam kepala.
3. Lakukan Olahraga yang Kamu Sukai
Setelah menenangkan pikiran dan menuliskan unek-unek, cobalah menggerakkan tubuh.
Tidak harus pergi ke pusat kebugaran. Tidak harus melakukan olahraga berat. Pilih aktivitas yang kamu sukai dan bisa kamu lakukan secara konsisten.
Misalnya:
- Berjalan kaki sambil menikmati udara segar.
- Jogging pada pagi atau sore hari.
- Bermain futsal bersama teman.
- Bersepeda menyusuri lingkungan sekitar.
- Melakukan peregangan ringan di rumah.
Olahraga bukan hanya tentang menjaga kebugaran fisik. Aktivitas fisik juga dapat membantu memperbaiki suasana hati dan mengurangi ketegangan pada sebagian orang.
Saat berolahraga, cobalah hadir sepenuhnya dalam aktivitas tersebut. Rasakan langkah kaki, udara yang menyentuh wajah, dan tubuh yang bergerak.
Untuk sementara, kamu tidak perlu memikirkan semua hal yang belum terselesaikan.
Kamu hanya perlu menjalani aktivitas yang sedang kamu lakukan.
Mulailah sesuai kemampuan tubuhmu. Tidak perlu memaksakan diri untuk berolahraga terlalu lama atau terlalu berat.
Terkadang, berjalan kaki selama beberapa menit lebih baik daripada terus duduk sambil memikirkan seratus kemungkinan buruk yang belum tentu terjadi.
Kamu Tidak Harus Menyelesaikan Semuanya Hari Ini
Pekerjaan memang penting. Karier juga penting. Masa depan dan keluarga pun memiliki tempat yang besar dalam hidup kita.
Namun, jangan sampai keinginan untuk memastikan semuanya berjalan baik justru membuatmu kehilangan ketenangan hari ini.
Ada hal-hal yang bisa kamu usahakan. Ada keputusan yang bisa kamu persiapkan. Tetapi, ada pula hal-hal yang memang membutuhkan waktu dan berada di luar kendalimu.
Ketika overthinking mulai datang, cobalah ingat tiga langkah sederhana ini:
- Tenangkan napas untuk memberi ruang bagi pikiran agar lebih rileks.
- Tuliskan unek-unek untuk membantu mengenali apa yang sedang kamu rasakan.
- Bergerak dan berolahraga untuk menjaga tubuh tetap aktif serta membantu memperbaiki suasana hati.
Lakukan perlahan. Tidak perlu menuntut dirimu langsung merasa baik-baik saja.
Jika kecemasan terus mengganggu tidur, pekerjaan, hubungan keluarga, atau aktivitas sehari-hari, jangan ragu mencari bantuan dari psikolog atau tenaga profesional yang sesuai.
Meminta bantuan bukan berarti kamu lemah. Itu juga merupakan salah satu cara merawat diri.
Pada akhirnya, hidup bukan hanya tentang seberapa jauh kita melangkah, seberapa tinggi karier kita berkembang, atau seberapa banyak masalah yang berhasil kita selesaikan.
Hidup juga tentang bagaimana kita menjaga diri agar tetap mampu menjalani semuanya.
Kamu boleh punya banyak rencana untuk masa depan, tetapi jangan lupa memberikan ketenangan untuk dirimu hari ini.
Tarik napas perlahan. Istirahat sejenak. Besok, kita coba lagi.
